Monthly Archives: March 2017

Moderat, Perilaku Penjualan Buku Biografi

Moderat. Sepatah kata cukup menggambarkan perilaku penjualan buku biografi di negeri ini. Indonesia bukanlah Amerika. Syahdan, Bill Clinton lebih kaya sebagai penulis –dan narasumber—sesudah tak lagi jadi presiden karena menulis dan menerbitkan buku autobiografinya. Menjadi international bestseller. Terjual jutaan kopi setahun. Lalu diundang ceramah ke mana-mana, karena buku itu, dan dibayar. Hal yang menarik, sang […]

Apa dan Siapa PRCI

Perkumpulan Reproduksi Cipta Indonesia (PRCI) adalah Lembaga Manajemen Kolektif yang telah disahkan sebagai Badan Hukum Perkumpulan, berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0071236.AH.01.07.Tahun 2016 pada tanggal 19 Agustus 2016. PRCI berkedudukan di Jakarta, ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maksud didirikannya PRCI adalah untuk mewakili Pencipta dan/atau Pemegang Hak Cipta serta […]

Top 40 Pujangga Dari Ranah Minang

Menyambut Minang Book Fair 24 Februari- 5 Maret 2017, bukuindonesia.com menurunkan sejumlah fakta & data ihwal penulis dan karya pujangga-pujangga ranah Minang. Hasil penelusuran menemukan, ranah Minang tak pernah habis sastrawan dan penulis. Mulai dari A-Z: Abas Sutan Pamuntjak Nan Sati (1899–1975) hingga Zuber Usman (1916-1976). Siapa saja top 40 pujangga dari ranah Minang? 1. […]

Galeri Buku Cilik Di Rumah Tjilik Riwut

Apa yang diucapkan berlalu, tapi yang tertulis abadi. Tjilik Riwut abadi karena tulisan-tulisannya. Angin mengembus dingin menjelang malam. Di bilangan Jalan Sudirman, kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Di belok jalan sedikit pojok. Terbaca plang yang dibenderang lampu taman warna warni: Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto. Pada sebuah ruang, berdinding putih. Tergantung foto-foto tua. Dibingkai […]

Buku Filsafat: Perlu, Tapi Kurang Laku

Perlu, tapi kurang laku. Singkat saja gambaran buku-buku filsafat di negeri kita. Apa pasal? Hal itu sesuai dengan adagium: Primum manducare, deinde philosophari. Makan yang utama, berfilsafat kemudian. Bahwa buku-buku filsafat belum menjadi kebutuhan, itu merupakan cermin sebagian masyarakat kita yang masih bergelut soal perut. Salah satu hal menarik dalam dunia perbukuan di Indonesia adalah […]