Category Archives: Fenomena

Ulasan ihwal buku/ tokoh fenomenal yang unik.

Alasan Tetap Beli Buku Baru Padahal Buku Yang Lama Belum Dibaca

Walaupun eranya sudah berubah, dimana segala sesuatunya serba digital, sampai sekarang produksi buku masih terus berlangsung, dan belum ada tanda-tanda akan ditinggalkan. Kalau diperhatikan, semakin kesini semakin banyak orang yang keranjingan beli buku. Sebetulnya, apasih alasan seseorang suka banget beli buku, padahal antrian buku yang belum dibaca di rumah masih banyak? Ini dia alasannya Impulsif […]

Buku Filsafat: Perlu, Tapi Kurang Laku

Perlu, tapi kurang laku. Singkat saja gambaran buku-buku filsafat di negeri kita. Apa pasal? Hal itu sesuai dengan adagium: Primum manducare, deinde philosophari. Makan yang utama, berfilsafat kemudian. Bahwa buku-buku filsafat belum menjadi kebutuhan, itu merupakan cermin sebagian masyarakat kita yang masih bergelut soal perut. Salah satu hal menarik dalam dunia perbukuan di Indonesia adalah […]

Buku yang Nama Pengarang Lebih Besar dari Judul

Rumus umum judul buku adalah intisari isi yang dikemas dalam sepatah hingga lima kata saja. Tapi ada yang antimarketing. Buku yang menonjolkan nama pengarang ketimbang isi. Apa dasar pertimbangannya? Ada 101 alasan orang membeli buku. Yang pertama, dan utama, ialah diwajibkan. Ini berlaku di sekolah formal. Dari TK hingga perguruan tinggi. Pembeli tidak bisa menolak. […]

Kapitalisme, liberalisme, Marxisme kerap kita dengar. Tapi Trump-isme baru kali ini.

–isme adalah sistem kepercayaan berdasarkan politik, sosial, atau ekonomi. Bisa juga berarti aliran, atau paham. Ada banyak buku tentang Trump. Misalnya: Trump The Art of Deal (1987), Trump Think Like a Billionaire (1987), Trump How to Get Rich (2004), Trump 101 The Way of Success (2007), atau Great Again (2015). Namun, buku yang disebut itu […]

Naskah Ditampik, Lalu Bestseller

Tidak setiap penulis dan pengarang beruntung.Yang sekali kirim, langsung naskahnya diterima penerbit. Kebanyakan ditampik. Tapi kemudian best seller. Jika patah arang lantaran naskah ditolak, tak akan pernah ada Harry Potter. Pada 1995, J.K. Rowling, yang mengambil inspirasi dari kematian sang ibu ini, menyelesaikan Harry Potter and the Philosopher’s Stone. Ia menulis dengan mesin tik manual. […]

Geliat Kamus Bahasa Etnik – Indonesia

Kamus, menurut Kamus Bahasa Indonesia ialah, “Buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tentang makna, pemakaian, atau terjemahannya” (http://kamusbahasaindonesia.org/kamus). Adapun kata, atau frasa, masukan dalam kamus di luar definisi atau penjelasan lain yang diberikan dalam entri disebut lema. Kamus Besar Bahasa Indonesia, sudah lama ada. Edisi petamanya, terbit tahun […]

The Big Bad Wolf Book Sale Jakarta: Bukti Bergairahnya Industri Buku Indonesia

Siapa bilang orang Indonesia tidak suka buku? Bazar buku murah berkelas internasional “‘The Big Bad Wolf Book Sale Jakarta” membuktikannya.   Berduyun-duyun manusia, tua muda, pria wanita mengunjunginya. Bukan hanya melihat-lihat, melainkan juga membeli. Terjadi transaksi jual-beli buku di sana. Ini sungguh menggembirakan. Di tengah-tengah isu lesunya industri perbukuan di Tanah Air, Bazar buku internasional […]

Buku-Buku yang Dilarang Jelang Orba Tumbang

Buku-Buku yang Dilarang Jelang Oba Tumbang   Ali Sadikin, tokoh Petisi ’50, suatu hari dipanggil dan dimintai keterangan oleh Kejaksaan Agung. Sebenarnya, setali tiga uang dengan diperiksa. Maklum, orang Indonesia sangat pandai menghaluskan bahasa.   Bang Ali dipanggil ke Gedung Bundar, Jakarta Selatan, gara-gara memiliki dan merencanakan menggandakan buku Era Baru Pemimpin Baru: Badio Menolak […]

Komik: Guru Baik atau Buruk?

Komik. Guru yang baik atau guru buruk?   Debat masih panjang dan tak akan berkesudahan jika tidak berpijak dari titik yang sama. Beberapa pengamat media memandang bahwa buku komik memberikan efek negatif, terutama kepada kaum muda (Wertham dalam Spark, 2006: 57-58). Menurut penelitian Wertham atas beberapa komik yang diseleksi, bukan random, “Terpaan buku komik dapat […]

Saifun Arif Kojeh: Mengekalkan Cerita Rakyat Dari Simpang

Membaca kumpulan Cerita Rakyat dari Simpang yang ditulis Saifun Arif Kojeh saya teringat masa kanak-kanak ketika masih sekolah dasar dahulu di sebuah kampung kecil di Sanggau Kapuas. Pencerita favorit saya ketika itu adalah Pak Bujang, bagi saya sosok Pak Bujang bukanlah pribadi yang ramai dalam kesehariannya. Akan tetapi, saat bercerita Pak Bujang berubah menjadi sosok […]