Epistolary Novel: Cara Mudah Menulis Novel

Ada 9 ragam novel. Namun, pernahkah terbayangkan bahwa catatan harian (diary) Anda dapat menjadi novel yang luar biasa? Imbuhi, bumbui, poles dengan sentuhan imaginasi.

Novel Anne Frank yang luar biasa itu sebagai contoh adalah catatan harian. Atau novel Dealova, epistolary novel yang dikarang sohibku Dyan Nuraindya–ia mengaku ditulis waktu SMP. Sungguh awalnya merupakan catatan harian penulisnya.

 

Bentuk novel ini seperti surat/ jurnal, buku harian. Gaya penulisannya populer, menggunakan tokoh “aku”. Novel jenis ini berawal dari, dan berbentuk, surat. Karena itu, ia disebut epistolary novel. Bukankah bahasa Latin “epistola” berarti: surat?

Encyclopaedia Britannica menjelaskan epistolary novel sebagai berikut, “A novel told through the medium of letters written by one or more of the characters. Originating with Samuel Richardson’s Pamela; or, Virtue Rewarded (1740), the story of a servant girl’s victorious struggle against her master’s attempts to seduce her, it was one of the earliest forms of novel to be developed and remained one of the most popular up to the 19th century. The epistolary novel’s reliance on subjective points of view makes it the forerunner of the modern psychological novel.”

Contoh epistolary novel adalah karya Samuel Richardson, Pamela or Virtue Rewrded (1740). Mengisahkan pembantu cantik usia 15 tahun bernama Pamela Andrews. Setelah kematian ibunya, ia terlibat hubungan dengan tuan tanah Mr. B. Setelah mencoba gagal untuk merayu dan memperkosanya, kebajikan sang tuan tanah akhirnya dihargai ketika ia dengan tulus mengusulkan menikahi Pamela. Pada bagian kedua novel ini, Pamela menikah Mr. B dan mencoba untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat kelas atas. Novel genre ini di masanya menjadi best-seller pada, dibaca dan disukai banyak orang, sekaligus juga dikritik karena kebejatan dan perlakuan kasar dan tidak manusiawi yang dialami Pamela.

 

 

 

Novel Honoré de Balzac, juga termasuk genre ini yang dalam bahasa Prancisnya berjudul Mémoires de Deux Jeunes Mariées, pertama kali dimuat bersambung surat kabar La Presse pada 1841.

Jadi, mengapa harus susah-susah menulis novel? Buku catatan harian, atau blog, bahkan isi Fb Anda setiap hari bisa dikumpulkan menjadi sebuah novel. Asalkan mengandung unsur-unsur kebaruan (novelty), ada konfliknya, ada gunung ceritanya (the story mountain), dan yang penting mengandung konflik dan pesan moral yang mendidik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *