Kapitalisme, liberalisme, Marxisme kerap kita dengar. Tapi Trump-isme baru kali ini.

isme adalah sistem kepercayaan berdasarkan politik, sosial, atau ekonomi. Bisa juga berarti aliran, atau paham.

Ada banyak buku tentang Trump. Misalnya: Trump The Art of Deal (1987), Trump Think Like a Billionaire (1987), Trump How to Get Rich (2004), Trump 101 The Way of Success (2007), atau Great Again (2015).

Namun, buku yang disebut itu biasa saja. Sudah banyak beredar serupa itu sebelumnya. Dari judul, orang bisa menduga isinya.  Kisah sukses, atau pemikiran Trump. Ada yang ditulis secara kronologis. Ada yang pendekatannya tematik, tidak urut-kacang per periode. Ada pula yang lebih kreatif: mencatat peristiwa yang dianggap penting saja, sementara yang kurang penting dinafikan. Bukan berarti tidak ada dan tidak pernah terjadi. Itulah bias media, yang oleh Cirrino disebutkan ada 14, bias pertama dari penulis.

Penulis –dan penerbit- yang sukses bukanlah follower, melainkan inovator. Tidak menerbitkan buku yang biasa-biasa saja, melainkan buku yang luar biasa. Genre yang belum pernah ada sebelumnya. Dalam istilah penerbitan, bukan penerbit yang me too product. Yakni penerbit yang mengekor, atau meniru, produk penerbit lain. Tanpa kreasi. Tanpa inovasi berarti.

Tidak demikian buku ini. Sekilas, tampak sederhana. Terkesan, mudah sekali proses kreatif dan menerbitkannya. Buku yang sulit, atau panjang proses kreatifnya bukan dilihat dari isinya. Atau dari tebal tipisnya. Atau dari singkat atau panjangnya gagasan yang dipaparkan. Melainkan dilihat dari bagaimana ide di dalamnya dibangun, disusun, dipadatkan. Dan, yang utama dan pertama, menurut empu para penulis-kreatif sejagad Ralp Waldo Emerson, yang pokok dalam buku ialah kandungan isinya menginspirasi. “Books are for nothing but to inspire.”

Dengan format 13 x 20 cm, yang dari mula sengaja dirancang mudah dibawa ke mana saja, buku ini tidak tebal. Hanya 101 halaman. Ditulis, sekaligus dihimpun oleh jurnalis bidang politik, Seth Millstein dan Bill Katovsky, seorang jurnalis dan editor.

Buku bersampul luks, tapi ringan kertasnya, ini berbeda dilihat dari judulnya. Tidak mudah ditebak isinya. Butuh waktu beberapa saat baru ngeh. Itu pun dari membaca subjdulnya: The Donald on Immigration, Global Warming, His Rivals, Mexicans and More. Ucapan dan pemikiran Trump tentang isu imigrasi, Pemanasan global, Pesaingnya, Meksiko, dan lain-lain.

Tampilan sampul luarnya pun berbeda. Dalam bangun bintang segilima warna biru, simbol bendera Amerika, dikutip opini Trump terkait isu imigrasi, pemanasan global, asmara, serta manfaat dari membaca buku ini. “For a hilarious and horrific insight into the man who wants to be the world’s most powerful leader”.  Berbeda dari sinopsis buku biasa pada umumnya!

Yang unik, sekaligus menarik, kemasan isinya. Sepatah kata cukup melukiskan11 topik yang termuat di dalamnya: bernas.  Padat, sekaligus berisi.

Buku berbobot bukan pertama-tama dilihat dari tampilan luar, yakni jumlah halaman. Bukan pula dari siapa penulisnya. Tetapi dari kandungan gizi, substansi yang terkandung di dalamnya. Adapun kertas hanyalah media, atau sarana, penyampai gagasan itu. Buku berbobot bukan pula bertele-tele dan bahasannya diulur-ulur. Tidak tumpang tindih bahasan topiknya. Tidak diulang-ulang. Melainkan yang sistematik, koheren, dan yang penting: memberi perspektif baru. Dengan kata-kata Emerson: menginspirasi.

Dalam konteks ini, benar apa yang dikemukakan Samuel Johnson, “A writer only begins a book. A reader finishes it”. Penulis sejati hanya mulai sebuah buku. Pembaca menyelesaikannya. Dengan kata lain, buku tiada lain, kecuali merangsang pemikiran pembaca. Sekaligus, menginspirasi.

Kedua penulis secara berkanjang mengumpulkan dari berbagai media dan berbagai waktu ucapan serta pemikiran Trump. Proses ini tentu tidak mudah dan melelahkan. Dibutuhkan daya tahan, sekaligus ketekunan. Lalu dikategorikan ke dalam 11 topik. Jangan sekali-kali menganggap ini mudah. Sebaliknya, pekerjaan sulit. Pertama, dibutuhkan daya imaginasi tinggi. Kedua, kemampuan mengkategori. Ketiga, keterampilan menyarikannya dalam kalimat yang bernas.

Ke-11 topik buku ini:

  • Kebijakan dalam negeri (Amerika)
  • Tentang Amerika
  • Ihwal hubungan internasional
  • Kampanye Trump
  • Musuh politiknya
  • Trump sebagai politikus
  • Terkait media
  • Mengenai budaya pop
  • Perkara bisnis
  • Hal yang menyangkut diri-pribadi
  • Ihwal pelajaran-hidup

Baiklah dikutip satu yang menarik, sekaligus kontroversial, dalam buku ini. Yakni opini Trump terkait affair  Bill Clinton, Presiden Amerika ke-42 dengan wanita berinisial ML. “People would have been more forgiving if he’d had an affair with a really beautiful woman of sophistication….” (hlm. 55).

Masih penasaran?

Satu lagi, tentang Serangan 11 September  2001 yang mengejutkan mengejutkan. “I think I could have stopped it because I have very tough illegal immigration policies, and people aren’t coming into this country unless they’re vetted and vetted properly” (hlm. 5). Jika masih penasaran juga, baca dan miliki sendiri bukunya!

Yang paling sulit dalam menulis bukan mengembangkan dan memanjangkan gagasan. Tetapi menyarikannya dalam kalimat padat berisi. Kemampuan, sekaligus keterampilan seperti ini, tidak semua penulis punya.

Terbitnya buku ini, selain memberi inspirasi, juga memerkaya wawasan penulis dan penerbit. Dapat menjadi patok-duga bagaimana menerbitkan buku yang unik. Yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya. Tapi unik tidak identik dengan aneh. (rmsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *