Kutipan Novel Yang Layak Diingat Oleh Pencinta Buku

Membaca novel bisa jadi aktivitas melepas penat dari segudang rutinitas yang padat dan sekaligus memperkaya wawasan. Rasanya, ada dunia baru yang kita masuki ketika sedang membaca. Dunia yang kaya dan penuh warna. Petikan novel berikut bisa banget dipajang di media sosial, sebagai pengingat petikan-petikan cerita ataupun kata-kata bijak yang sesuai dengan cerita hidup saat ini.

1. Ayu Utami – Saman
“Tak pernah ada yang salah dengan cinta. Ia mengisi sesuatu yang tidak kosong. Tapi yang terjadi di sini adalah asmara, yang mengosongkan sesuatu yang semula ceper. Dengan rindu. Belum tentu nafsu.”

2. Andina Dwifatma – Semusim dan semusim lagi
“Pernah kudengar, kewarasan adalah fiksi yang sempurna.”

3. Pramodya Ananta Toer – Bumi Manusia
“Hidup dapat memberikan segala pada barang siapa tahu dan pandai menerima.”

4. Leila S Chudori – Pulang
“Mengapa benda mati disebut sesuatu yang mati? Terkadang mereka lebih ‘hidup’ dan lebih jujur memberikan saksi”

5. Dee Lestari – Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
“Menertawakan hidup. Tak ada laghi momen yang lebih menyenangkan. Salah satu kapabilitas agung milik manusia dari Sang Pencipta yang Maha Humoris”

6. Andrea Hirata – Ayah
“Kebosana itu kejam, tetapi kesepian lebih biadap dari kebosanan. Kesepian adalah salah satu penderitaan manusia yang paling pedih.”

7. Tere Liye – Sang Penandai
“Terkadang kesedihan memerlukan kesendirian, meskipun seringkali kesendirian mengundang kesedihan.”

8. Khaled Hosseini – The Kite Runner
“Therea are a lot of children in Afghanistan, but little childhood.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *