Mugeni: Penjabat Bupati Hobi Menulis

Sederhana proses kreatifnya menulis buku. Dari oretan di beranda Fb, yang diberi nama “Catatan Pagi”. Sesudah genap 57, sesuai bilangan usianya, ia pun mengumpulkan catatan yang acak dan terserak itu. Buku ukuran saku dengan bahasa ringan dan mengalir itu terbit 2016.

Ulang tahun ditandai dengan pesta dan potong kue biasa. Tapi ulang tahun ditandai sebuah buku, hal baru. Sejak lama, memang terbetik niat Mugeni jadi penulis. Bahkan, ketika siswa. Ia baca secarik koran. Lalu matanya terpanah artikel seorang dosen Universitas Lambung Mangkurat. Ia ingin menjadi mahasiswa sang dosen. Dan kuliah di Banjarmasin.

Dan memang ketika mahasiswa di kota lumbung beras itu Mugeni termotivasi jadi penulis. Tulisannya muncul di banyak koran lokal. Tak terbilang jumlahnya. Namun, baru 2014 pecah telurnya sebagai penulis sejati. Ditandai dengan terbitnya buku perdana yang diberi judul Berbagi dengan Sesama: Memberi dan Menerima. Buku setebal 202 alaman yang dicetak Pustaka Pelajar, Jogjakarta ini, adalah kristalisasi pemikirannya seputar banyak hal. Judul awal buku ini sebenarnya Hanya Orang Gila yang Baca Buku Ini.

Gila atau tidak, membaca buku Mugeni memang berbeda. Yang terasa kental ialah bahasa paradoksnya. Membuat orang penasaran.

Tetapi tentu yang inspiratif dari penyuka dayung ini ialah buku kedua. Proses kreatifnya sederhana, tetapi inspiratif. Ternyata, sebuah buku tidak harus topiknya luar biasa. Tidak pula tentang seorang tokoh luar biasa dan mashyur. Sebaliknya, buku yang berhasil ialah yang topiknya tentang keseharian dan kesederhanaan. Penulis sejati ialah dia yang menulis hal biasa dengan cara yang  luar biasa.

Itulah Mugeni. Singkat saja namanya. Ia bergelar S.H., M.H. Dalam proses menyelesaikan program doktor di Universitas Jayabaya, Jakarta. Pria bermata sipit ini dilahirkan pada 4 Juli 1959 di kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Tentu saja, seorang Dayak.

Awal 1987, ia menuntaskan pendidikan S-1 pada Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Pada 2002, ia menyelesaikan pendidikan S-2 Hukum dengan konsentrasi Hukum Tata Negara di Fakultas yang sama. Saat ini sedang menyelesaikan program doktoral ilmu hukum pada Universitas Jayabaya, Jakarta.

Saat kuliah, penulis aktif di Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Univeritas Lambung Mangkurat. Selepas menuntaskan  kuliah, ia sempat menjadi asisten advokad dan pengacara praktik/penasihat hukum di Banjarmasin. Kemudian, pada 1989 memulai karier sebagai PNS di Sekretariat Daerah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan dan sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum dan Asisten Bidang Pemerintahan.

Pada awal tahun 2004, ia diangkat menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, hingga tahun 2008. Tahun 2008-2010, ia tercatat menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Pemerintahan. Dan mulai September 2010 hingga 2014 menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Tengah. Awal 2014-2015 menjadi Kepala Badan Diklat Provinsi Kalimantan Tengah. Hingga pertengahan Agustus 2016, ia menjabat staf ahli bidang hukum dan politik, dan pelaksana tugas asisten I bidang pemerintahan Pemprov. Kalteng. Dua hari setelah peringatan 17 Agustus 2016, ia dialih tugaskan ke tempat yang baru. Mugeni diamanahkan sebagai Kepala Badan Penanaman Modal Daerah dan Perizinan Provinsi Kalimantan Tengah.

Ia tercatat produktif menulis puisi dan artikel yang dimuat di beberapa terbitan lokal dan tabloid mingguan yang terbit di Banjarmasin, Rantau Kalsel, Palangka Raya, dan Pangkalan Bun. Sempat terhenti aktivitas menulisnya karena pekerjaan, kemudian bergairah kembali, namun hobinya membaca dan mengoleksi buku tidak pernah berhenti.

Di bidang organisasi, ia juga sempat aktif di KNPI Kader Desa di Pangkalan Bun (1980), Sekretaris Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kota Waringin Barat Banjarmasin (1984), Ikatan Sarjana Kosgoro Kabupaten Tapin (1996), Ketua Komisi Hukum dan Peraturan Daerah MUI Kabupaten Tapin (2003). Ia juga tercatat sebagai Ketua Umum Pengcab PRSI Kabupaten Tapin (2002), Ketua Pengcab Persatuan Golf Indonesia Kabupaten Tapin (2003), Ketua Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Sukamara (2005), Ketua Harian KONI Kabupaten Sukamara (2006). Ia juga pernah menjadi pengurus Ikatan Penulis Kalsel (1988). Dan pada 27 Juli 2016, ia dibaiat sebagai Ketua Komunitas Penulis Lembaga Literasi Dayak (LLD) Kalimantan Tengah.

Penulis tinggal di Palangka Raya bersama seorang istri Hj. Khairiah Noor. Suami-istri ini dikaruniai empat anak: Agniya Amarillah Ahmadiham, Azahra Aisyadilla Ahmadiham, Azizazmi Azhar Ahmadiham, dan Ahsana Azmiara Ahmadiham.

Namun, selama menjadi penjabat Bupati Barito Selatan (Barsel) sejak Oktober 2016, ia lebih banyak tinggal di Buntok, ibukota kabupaten. Jauhnya perjalanan dari Palangka Raya memakan waktu 3,5 jam. Jalan ke sana mulus.

Di Buntok, penyandang nama “Abdul Gaffar” semasa kecil tapi kemudian berganti karena sakit ini tinggal di rumah jabatan Bupati. Yang unik, ia tetap menulis. Cita-citanya nanti, sesudah pensiun PNS, memang jadi penulis.

Baginya, menulis bukan saja hobi, melainkan kebutuhan. Dengan menulis, pikiran tertuangkan. Bahkan, emosi tersalurkan. Menulis juga mengasah kecerdasan olah kata.

“Bayangan ke depan, pensiun tinggal di perkebunan di kampung halaman Sukamara. Sembari menulis buku. Dan mungkin berbagi isi buku motivasi dan kepribadian itu kepada orang lain,” paparnya.

(rmsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *