Pameran Akbar Minang Book Fair 2017

Yayasan Gemar Membaca Indonesia (YAGEMI) didukung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk pertama kalinya mengadakan pemeran akbar bertajuk MINANG BOOK FAIR (MBF) 2017. Pameran yang menggabungkan unsur literasi, pendidikan, budaya dan kuliner ini diadakan selama sepuluh hari dari tanggal 24 Februari sampai dengan 5 Maret 2017, bertempat di Masjid Raya Sumatera Barat, Jl. Khatib Sulaiman, Padang.

Pameran ini bertujuan untuk mengembangkan minat baca khususnya di wilayah Provinsi Sumatera Barat, serta menghidupkan kembali kekayaan budaya Sumatera Barat ditengah era globalisasi seperti sekarang ini. Hal ini sesuai dengan tema pameran, yaitu “Mambangkik Batang Tarandam”.

Gubernur Sumatera Barat, Bapak Irwan Prayitno akan membuka secara resmi acara ini pada tanggal 24 Februari 2017 pukul 09.00-11.00 WIB. Bersamaan dengan acara ini akan dicanangkan “Gerakan Sumatera Barat Membaca” yang sudah diinisiasi sebelumnya oleh Yayasan Gemar Membaca Indonesia (YAGEMI) dengan program “Nagari Membaca” di kota dan kabupaten Solok sebagai daerah percontohan. Selain membuka pameran Bapak Irwan Prayitno juga akan membedah buku tulisannya sendiri yang berjudul “Anak Penyejuk Hatiku” pada hari Selasa, 28 Februari 2017 pukul 13.30-15.00 WIB.

MINANG BOOK FAIR 2017 menampilkan 157 stand yang terdiri dari 57 stand penerbit buku, lembaga pendidikan, dan beberapa pemerintah daerah di Sumatera Barat, 50 stand lainnya menampilkan produk UKM, kuliner dan produk budaya khas Sumatera Barat.

Selama penyelenggaraan acara berlangsung, MBF 2017 dimeriahkan dengan berbagai macam acara antara lain: launching dan bedah buku, talkshow, aneka lomba (lomba duta baca, lomba nasyid, lomba qasidah), tabligh akbar, penampilan seni dan budaya Sumatera Barat, demo kuliner dan lain-lain. Salah satu yang ditonjolkan di MBF 2017 ini adalah pameran naskah asli Tuanku Imam Bonjol yang notabene merupakan kebanggaan Sumatera Barat dan sudah menjadi warisan nasional yang harus dilestarikan keberadaannya.

Pentingnya literasi dan membudayakan gemar membaca harus benar-benar menyentuh sampai ke masyarakat tingkat desa (nagari). Untuk itu, di MBF 2017 ini akan diadakan pembekalan untuk 880 wali nagari yang bertujuan mengoptimalkan penggunaan anggaran di tiap-tiap nagari melalui program gerakan nagari membaca.

Selain di tingkat desa (nagari), gerakan cinta literasi juga harus dikembangkan di tingkat lembaga pendidikan khususnya perguruan tinggi demi munculnya bibit-bibit penulis yang lahir dari lingkungan akademis. Berkaitan dengan hal ini, 4 rektor dari perguruan tinggi ternama di Sumatera Barat akan duduk bersama dalam sebuah diskusi panel dengan tema “Literasi dan Budaya Minangkabau”.

Pemerintah pusat dalam hal ini diwakili Perpustakaan Nasional (Perpusnas) turut pula mendukung MBF 2017 dengan menghadirkan Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab. Najwa akan mengisi talkshow literasi dan minat baca. Tak ketinggalan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI pun turut serta dalam MBF 2017 dengan menampilkan 2 stand.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *