Royalti

Royalti imbal jasa kepada penulis dari penerbit sebagai ujud hubungan transaksional. Tiap penerbit punya standar format Surat Perjanjian Penerbitan yang mengatur hak dan kewajiban penulis meski substansinya sama saja. Pengarang perlu mempelajari dengan saksama pasal-pasal Perjanjian sebelum menandatanganinya.

 

Royalti, dalam dunia penerbitan, dimaknai sebagai imbal jasa kepada penulis dari penerbit karena yang bersangkutan menyerahkan naskahnya untuk diterbitkan atau diperjualbelikan. Ia merupakan ujud hubungan transaksional.

Hal yang cukup rancu, khususnya di Indonesia, hak cipta (copy rights) disamakan dengan hak yang melekat pada si pencipta atau lazim dikenal sebagai hak eksklusif atau limited monopoly.

Adapun hak ini, entah didaftarkan entah tidak ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (HAKI), sesungguhnya sudah ada (given) secara otomatis di dalam dirinya (in se). Inilah yang kerap disebut dengan authorship. Yakni, “The state or fact of being the writer of a book, article, or document or the creator of a work of art” menurut Oxford Dictionary.

Kode untuk copy rights lazimnya ©. Adapun penerbit mendapatkan hak menggandakan, atau menjual yang kerap juga disebut sebagai hak ekonomi. Inilah sesungguhnya makna “copy”, yakni memperbanyak, menggandakan, atau melipatgandakan sebuah ciptaan menjadi banyak sesuai dengan aslinya. Hak untuk menggandakan ini timbul dari karya cipta intelektual seseorang sehingga pencipta memiliki secara otomatis hak moral, attau hak eksklusif, meski bukan hak mutlak.

Menurut kamus Merriam-Webster, royalti adalah, “An amount of money that is paid to the original creator of a product, book, or piece of music based on how many copies have been sold.”

Royalti yang didapat dari penerbit jumlahnya bervasiasi, bergantung pada siapa dan bagaimana track record sebagai penulis. Penulis senior, berpengalaman, dan masyhur; tentu harganya juga tinggi. Penulis pemula yang belum menjadi, pasti belum dihargai tinggi pula.

Lazimnya, penulis pemula mendapat royalti 7 – 10% dari penerbit. Penulis senior 10 – 12% bergantung pada negosiasi. Royalti dihitung dari harga jual buku, dikalikan jumlah eksemplar yang terjual. Dibayarkan dua kali setahun. Penjualan periode Januari – Juni, dibayarkan bulan Juli. Sementara penjualan periode Juli – Desember dibayarkan Januari. Maka Juli dan Januari merupakan masa panen bagi penulis/ pengarang.

Ihwal royalti pengarang, hal ini diatur dalam Surat Perjanjian Penerbitan antara penulis dan penerbit. Dibuat rangkap dua. Masing-masing memegang surat perjanjian yang ditandatangani pihak lain, di atas meterai yang cukup. Dalam perjanjian, diatur hak dan kewajiban masing-masing. Termasuk detail royalti.

Di Indonesia, objek hak cipta, termasuk buku, diatur dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yakni karya yang timbul atau lahir dari olah intelektual atau cipta-karsa manusia dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

 

Hak cipta di negeri kita masih menjadi masalah besar. Bukan saja dunia akademik paling banyak melanggarnya, melainkan juga dunia industri dan ekonomi kreatif. Tentu saja, tindak-plagiat atau pelanggaran itu atas hak cipta melukai si pencipta dari berbagai segi.

Pengalaman menunjukkan, budaya penghargaan atas hak cipta tumbuh subur dalam masyarakat yang daya ciptanya tinggi. Pastilah masyakarat industri dan negara maju. Kasus tindak-plagiat, atau pelanggaran hak cipta memang ada. Namun, jumlahnya relatif sedikit.

Royalti ialah ujud penghargaan hak atas kekayaan intelektual dari sisi ekonomi. Dalam dunia penerbitan (buku), hak cipta dapat ditarik oleh pengarang dari penerbit dengan surat pernyataan penarikan hak cipta. Selanjutnya, sesuai dengan kondisi dan fakta hukum kedua belah pihak, karya cipta yang sudah tidak terikat dengan pihak mana pun itu, dapat dialihkan ke penerbit lain.

Sekadar diketahui, masing-masing penerbit memiliki standar format Surat Perjanjian Penerbitan yang mengatur hak dan kewajiban penulis. Namun, substansinya sama saja. Untuk itu, pengarang perlu mempelajari dengan saksama pasal-pasal dalam Surat Perjanjian sebelum menandatanganinya. (rmsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *