Semarak Idealisme Minang Book Fair 2017

Pada saat pelaksanaan rapat teknis Minang Book Fair 2017 di kantor IKAPI Pusat Selasa,7/2/17, jumlah peserta yang hadir bisa dikatakan 75% di hadiri oleh penerbit nasional, seperti Pustaka Imam Syafii, Pustaka Al Kautsar, Gramedia, Mizan, Zikrul Hakim, Sygma, Al Mawardi, Tazkia Publishing, Agro Media, Penerbar Swadaya, Penerbit Palapa, Haula Toys dan beberapa penerbit lainnya.

Secara singkat pengantar rapat teknis Minang Book Fair 2017, oleh IKAPI Pusat dan YAGEMI (yayasan gemar membaca Indonesia), bahwa stand MBF 2017 sudah 95% stand terserap. Hal tersebut menandakan bahwa antusiasme peserta terhadap event debut pertama Minang Book Fair  yang akan dilaksnakan 24 Februari s.d 5 Maret 2017 sangat tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Fahmi Oemar selaku ketua panitia, dikatakan juga, tentunya ini menjadi optimisme bahwa landasan kami panitia dan YAGEMI sebagai pelaksana tekis event ini, di minati oleh banyak pihak.

Arnos Iwan selaku sekertaris umum YAGEMI, menyampaikan bahwa kami ucapkan terimaksih kepada Gubernur Sumatera Barat serta Wali Kota Padang yang telah mengijinkan Masjid Raya Kota Padang sebagai tempat Minang Book Fair ini tanpa pungutan biaya. Hal ini menunjukan bahwa idealisme kami sebagai panitia ingin menggelorakan semangat literasi dan membangun Gerakan Sumbar Membaca di dukung penuh.

Landasan inilah yang ingin kami bangun dan tanpa berorientasi keuntungan semata dalam mengajak seluruh elemen penerbitan lokal maupun nasional, media patner, jajaran BPAD Sumbar, Perpustakaan Nasional maupun daerah, Kabupaten Kota, tidak kami kelola secara frofit oriented semata. Kami bebankan biaya untuk kepentingan promosi dan kontraktor saja.

Kami YAGEMI sekaligus sebagai pelaksana kegiatan ini di bantu berbagai pihak baik dari elemen birokrasi yang mengadirkan kegiatan senin buadaya dan event kuliner, juga dari para penerbit yang melaunching dan bedah buku, serta media patner yang menyuguhkan aneka lomba. Hal ini semua menunjukan bahwa acara ini milik bersama dan semakin optimis yang ingin kami persembahkan sebagai langkah awal misi “mambangkik batang tarandam” membangkitkan budaya literasi sebagai budaya minang yang kian terkikis oleh globalisasi teknologi.[ A Ajid]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *